Pembangunan
demokrasi dan pendidikan politik semacam itu penting bagi generasi muda karena
merekalah yang akan mengisi wajah demokrasi Indonesia ke depan,"
Yogyakarta (ANTARA
News) - Generasi muda Indonesia membutuhkan pembangunan demokrasi dan
pendidikan politik yang santun, sehat, dan beretika, kata Rektor Universitas
Islam Indonesia Yogyakarta Harsoyo.
"Pembangunan
demokrasi dan pendidikan politik semacam itu penting bagi generasi muda karena
merekalah yang akan mengisi wajah demokrasi Indonesia ke depan," katanya
di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Sabtu.
Pada seminar
bertajuk "Kemah Kedaulatan Memaknai 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia",
Harsoyo mengatakan pematangan demokrasi adalah proses yang tidak mengenal kata
usai dalam pembangunan suatu negara.
Menurut dia,
anugerah kemerdekaan Indonesia memang tidak akan berarti ketika hanya diisi
dengan kontribusi dari satu dua individu, kelompok atau golongan saja.
Kemerdekaan akan
memberi makna yang penuh arti manakala di dalamnya diisi oleh upaya kolektif
berbagai elemen anak bangsa dari seluruh penjuru negeri.
"Ibarat
goresan pena dalam selembar kertas tidak akan membentuk tulisan jika hanya
berupa tetesan tinta yang tidak dirangkai dalam kata-kata. Kemerdekaan Indonesia adalah milik kita bersama sehingga harus juga kita
isi bersama-sama," katanya.
Ia mengatakan bangsa Indonesia perlu kembali menggandengkan tangan,
menyatukan langkah untuk bersama-sama mengisi kemerdekaan.
Hal itu sebagaimana tergambar dalam semangat para pendiri Indonesia ketika
mereka bersatu padu memperjuangkan kemerdekaan negeri dengan mengesampingkan
segala perbedaan ras, suku, golongan, kepentingan, dan agama.
Kini setelah 70 tahun berlalu, sekali lagi Bangsa Indonesia kembali diketuk
dan diingatkan untuk mengikuti teladan para pendiri bangsa dalam mengisi
kemerdekaan.
"Indonesia tidak lantas menjadi besar hanya dengan berhasil mengusir penjajah namun bagaimana bangsa ini mampu menyatukan langkah dan tujuannya untuk melewati jembatan emas kemerdekaan yang dibangun oleh para pendiri negeri," kata Harsoyo.
"Indonesia tidak lantas menjadi besar hanya dengan berhasil mengusir penjajah namun bagaimana bangsa ini mampu menyatukan langkah dan tujuannya untuk melewati jembatan emas kemerdekaan yang dibangun oleh para pendiri negeri," kata Harsoyo.
Editor: Tasrief Tarmizi