Pencitraan
politik, kini memang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pentas politik
di tanah air. Citra politik seseorang dapat diciptakan, dibangun dan diperkuat
melalui proses kognitif dan afektif. Semua kegiatannya tentu saja tak
berlepas dari media massa.
Salah satu bentuk
pencitraan yang dilakukan oleh para elit politik adalah “Politik Santun”.
Pendekatan itu sangat besar pengaruhnya di tengaj budaya Indonesia yang
mengunggulkan cita rasa tinggi (high-context culture). Sebenarnya, politik
santun telah lama menjadi bagian dinamika kehidupan perpolitikan
Socrates menyebutkan
bahwa politik adalah kesantunan. Politik adalah martabat dan harga diri
sehingga dalam berpolitik seseorang harus memiliki keutamaan moral. Prakteknya,
politik adalah ilmu dan seni yang berorientasi pada upaya mewujudkan
kesejahteraan masyarakat. Jadi, manakala kepentingan masyarakat dalam rangka
mewujudkan kesejahteraan masyarakat terabaikan maka sesungguhnya hal ini telah
menodai politik itu sendiri.
Politik santun dan
kesantunan berpolitik bukanlah sekedar wacana. Hal itu bisa diwujudkan dengan
modal sebuah dorongan dan tekad bulat mempraktekkan politik yang bermoral dan
santun dalam bingkai kesungguhan hati, kejernihan berpikir serta keberanian
untuk memulai.
Apa yang dapat dicontoh
oleh masyarakat jika elit politiknya sibuk “berkelahi” meributkan hal-hal yang
tidak krusial. Apa pula yang dapat dibanggakan oleh masyarakat terhadap elit
politiknya yang tidak memiliki rasa peduli atau empati atas keadaan masyarakat.
Alih-alih mengurus masyarakat, elit politik justru asyik “bermain-main”
memanfaatkan jurus aji mumpung yang dimilikinya.
Andai saja, Socrates masih ada tentu ia akan menjadi
orang yang paling sibuk. Sebab, tentu ia akan disibukkan dengan aktivitas
mengajarkan kepada para politisi bagaimana cara berpolitik yang santun dan
santun berpolitik. Atau, seandainya Socrates masih ada kira-kira apa yang akan
ia lakukan ketika melihat banyak elit politik yang tidak santun dalam
berpolitik.
Fontes : Rumah Komunikasi
Bahan Bacaan :
Firmansyah, 2007, Marketing Politik, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Venus, Antar, 2004. Manajemen Kampanye : Panduan Teoritis dan Praktis dalam Mengefektifkan Kampanye Komunikasi, Bandung : Simbiosa Rekatama Media.